6 Langkah BrainDump Method
Last Updated on Wednesday, 14 October 2009 09:08 Written by hafiid Saturday, 17 October 2009 05:01
Langkah-langkah untuk menerapkan metode Tempat-Pembuangan-Otak
Langkah 1: Kita buat judul umum atau topik dari artikel kita.
Langkah 2: Kita lakukan riset yang diperlukan untuk memahami topik yang kita angkat secara keseluruhan – “kita boleh tidak melakukan riset kalau kita sudah menguasai topik yang kita angkat menjadi artikel, tapi sebaiknya tetap melakukan riset untuk meyakinkan diri kita tentang topik yang kita angkat.
Langkah 3: Aktifkan software untuk mengetik: Wordpad, Notepad, microsoft word, atau program lain yang sejenis.
Langkah 4: Kita matikan Layar Komputer kita…
Langkah 5: Kita mulai mengetik dengan tujuan untuk menciptakan artikel yang berfokus pada judul atau topik pilihan kita, lalu ketik apapun yang terlintas di pikiran kita…
Langkah 6: Kita Edit, lalu postkan
hehehe, bingung ya… layar komputer di matikan trus kita pencet-pencet keyboard buat ngetik…
Awalnya saya juga bingung, tapi setelah saya terapkan, metode ini juga membawa hasil, malahan pernah sampai 3 halaman wordpad, penerapan metode inilah yang membuat saya berani untuk membuat artikel dengan gaya bahasa saya sendiri.
Kita lanjutin ya…
Setelah membuat judul, melakukan riset, menghidupkan software wordpad dan mematikan layar komputer, mulailah kita mengetik.
Contohnya: Jika terlintas di pikiran kita “Saya tidak tahu harus menulis apa…” – ketik saja “saya tidak tahu harus menulis apa…”
ke…tik… saja…!
Abaikan saja dulu untuk ejaan dan susunan kalimat atau kesalahan lain dalam mengetik, dan kita fokuskan diri kita untuk menulis apapun yang datang melintas di kepala kita yang tentu saja dengan tujuan untuk membuat konten baru di dalam blog.
Bagaimana rasanya?…hehehe… benar memang, sangat cepat dan banyak yang melintas di pikiran kita, anda akan merasakan bahwa satu ide muncul lalu mengarah ke ide selanjutnya, lalu otak anda mulai mengalir, menggelinding sampai-sampai jari-jari tangan kita kewalahan untuk mengetik mengikuti setiap ide yang datang di kepala kita, serasa jari kita kurang cepat dalam mengetik.
Kita terus saja mengetik sampai kita merasa bahwa “oh… ini saatnya menghentikan ketikan saya”. Tanpa kita sadari…, dalam hitungan menit, kita bisa menghasilkan beberapa halaman konten, dan ketika kita sudah merasa cukup. oke berarti saatnya berhenti mengetik dan kita hidupkan layar komputer kita.
Apa yang terjadi? hehehe…beberapa halaman hasil metode Pembuangan-Otak. Banyak salah eja, susunan kalimat yang tidak rapi. tapi anehnya hampir semua yang kita tulis bisa dihubungkan…
so.., saatnya mengedit tulisan kita, membacanya lalu mengedit lagi sampai kita merasa artikel kita sudah bisa enak dibaca. Kadang-kadang memang lebih mudah untuk mengedit sebuah artikel yang kita buat daripada harus membuat ide baru.
Saat ini saya hanya menggunakan penilaian pribadi untuk menilai bahwa artikel saya layak tayang… Kalaupun toh ukuran penilaian saya pribadi mungkin saat ini berada di level 1 dari skala 1 s/d 10, Saya yakin penilaian saya sendiri akan berkembang seiring dengan berkembangnya skill dan pengetahuan saya tentang blogging dan bisnis online.
Bagaimana sebenarnya Cara kerja Metode Pembuangan-Otak ini?
Ketika layar komputer di matikan, kita tidak bisa melihat apa yang kita ketik,
dan ketika kita tidak melihat apa yang kita ketik, kita mencegah bagian editing dari otak kita dari keinginan untuk mengubah dan memodifikasi saat kita sedang mengetik, sehingga otak kita terfokus pada pemunculan ide-ide yang berkaitan dengan topik yang kita pilih.
Dengan cara seperti itu, menjadikan sebuah artikel bisa mengalir dan lebih enak dibaca, karena antara ketikan-ketikan kita tadi menjadi saling berkaitan.
6 langkah Metode Pembuangan-Otak
1. Membuat Judul
2. Melakukan riset
3. Mengaktifkan software untuk mengetik.
4. Mematikan layar komputer
5. Mengetik
6. Edit
Saya yakin anda juga seperti saya saat membaca artikel diatas, terbersit pertanyaan:
Bagaimana membuat judul?
Bagaimana melakukan riset?
Bagaimana jika saya belum mahir mengetik.
Darimana metode ini awalnya?
Jika sedang membaca terbersit Bagaimana, Apa, Mengapa, Kapan, Dimana, siapa?
Selamat, itu berarti otak anda sedang aktif. Anda bisa browsing di search engine, membaca buku dari toko buku, atau blog walking agar bisa mengetahui jawabannya.
Satu bahasan per posting lebih mudah dicerna.
Related posts:

Baru kali ini saya baca posting yang begitu detail begini. Ehm, lulusan kedokteran mana mas…!
Nice article.