Buka mata, Buka hati, Buka pikiran, Hadapi kenyataan

Last Updated on Tuesday, 22 December 2009 03:30 Written by hafiid Wednesday, 23 December 2009 03:29

Sambungan dari post sebelumnya (2)

Darren Rowse mengatakan dalam bukunya bahwa pada saat ini, “rasanya ingin sekali mengatakan bahwa saat menekan tombol ‘Publish’ pada blog pertamanya”, blognya akan jadi menggemparkan dan seperti sebuah cahaya yang datang dari surga, tiba-tiba dirinya berubah menjadi seorang Full-time blogger.Tapi seperti kita semua tahu bahwa yang biasanya terjadi adalah tidak demikian. Dan hal itu juga terjadi pada Darren Rowse.

Buka mata, buka hati, buka pikiran, hadapi kenyataan.

Kenyataan yang terjadi pada Darren Rowse adalah bahwa pada 12 bulan pertama dari bloggingnya hanya mengalami sedikit perubahan. Jika memang ada perubahan, perubahan tersebut adalah bahwa Darren Rowse menjadi lebih sibuk karena mengambil mata kuliah tambahan di Universitas dan meninggalkan pekerjaan sebagai Pendeta untuk memimpin tim membentuk “emerging church” (Gereja yang sedang berkembang).

Blogging pada saat itu hanyalah sebuah hobi bagi Darren Rowse dan menjadi sebuah cara untuk menjalin hubungan dengan orang lain yang mempunyai pemikiran yang sama dalam bidang “emerging church” (Gereja yang sedang berkembang).

Blog Darren Rowse yang berdomain di www.livingroom.org.au/blog menjadi populer di kalangan emerging-church (pengembangan gereja) pada tahun itu, dan biaya hosting dan biaya internet melonjak. (karena masih memakai dial-up).

Setelah sekitar satu tahun dari aktifitas blogging Darren Rowse, Darren secara kebetulan memulai blog Digital Photography. Blognya adalah photoblog, murni berisi foto-foto. Tapi tidak ada satupun yang melihat foto-foto tersebut. tapi review tentang kamera yang dipakai oleh Darren Rowse mendapatkan banyak traffic.

Dalam usaha untuk membantu menutup biaya hosting, Darren memutuskan untuk menambahkan adsense pada blognya dan program afiliasi dari Amazon. Darren hanya ingin menutup biaya hosting melalui iklan-iklan tersebut.

Darren Rowser mengatakan “Saya temukan bahwa harapan saya untuk menutup biaya sangatlah realistic, bukan hanya karena Adsense, tapi juga karena saya meletakkannya di blog yang mempunyai ratusan ribu pembaca setiap harinya. (Hal ini perlu diingat baik-baik)”.

Bahkan dengan traffic yang ratusan ribu, hasil yang didapatkan pada hari-hari awal tidaklah tinggi. Pada bulan pertama blognya Oktober 2003, Darren Rowse mendapatkan $ 1.40 per harinya (sekitar Rp 14.000,-) dan hal itu terjadi karena rasa ingin tahu para pembaca blog Darren Rowse. Pada bulan November 2003, Darren mendapatkan rata-rata $ 3 per hari (sekitar Rp 30.000,-)

Uangnya sangatlah sedikit, (jika dibandingkan dengan biaya hidup di tempat tinggal Darren Rowse) tapi bisa dipakai untuk membiayai hostingnya dan biaya internet. Darren mulai berpikir apakah dengan beberapa dollar sebulan bisa dipakai untuk menabung untuk membeli komputer baru (karena sampai pada November 2003, Darren menggunakan koneksi dial-up dan PC yang sudah berumur 6 tahun). Yang paling diinginkan Darren saat itu adalah menabung untuk membeli komputer yang bisa dipakai untuk professional-blog-design.

Pada bulan desember, penghasilan rata-rata Darren menjadi $6, januari $9, Februari $10, dan maret $15, Darren mengatakan bahwa jumlah itu bukanlah jumlah yang besar untuk hidup di tempat dia tinggal. Tapi dia mulai berpikir bagaimana jadinya bila penghasilannya terus meningkat dari bulan ke bulan, bukan hanya 2 atau 3 dollar per bulan, tapi menjaganya hingga 30, 40, atau bahkan 50 % pertumbuhannya tiap bulan.

bersambung

Related posts:

  1. Pekerjaan Darren Rowse
  2. Darren Rowse
  3. masa pengambilan keputusan Darren Rowse
  4. Pelajaran Dari Kisah Darren Rowse
  5. Akhirnya Darren Rowse menjadi FullTime Blogger


1 Comment

  1. paulus (pencinta_fulus)   |  Thursday, 24 December 2009 at 09:17

    Hi… hi…. Jadi ingat waktu awal-awal ngeblog, saya bayangin rekening bank saya langsung bertambah seperti kata ebook yang saya baca. Ternyata saya tidak sendiri, ya.

Leave a Reply