Pelajaran Dari Kisah Darren Rowse

Last Updated on Sunday, 27 December 2009 10:44 Written by hafiid Sunday, 27 December 2009 10:44

Pelajaran yang bisa diambil dari kisah Darren Rowse

1. Menghasilkan uang dari blog itu butuh waktu, meskipun ada beberapa blogger yang bisa menghasilkan uang dari blog lebih cepat dari Darren Rowse (Darren memulainya sejak tahun 2002). Ada banyak blogger lain yang pertumbuhannya jauh lebih lambat.
Darren sedang beruntung dan telah bekerja dengan jam kerja yang lebih dari jam kerja normal dan Darren memulai blogging pada saat persaingan di dunia blogging tidak seketat sekarang. Semua itu memberi kontribusi bagi kesuksesan Darren Rowse.
Butuh waktu 1,5 tahun sebelum akhirnya aktifitas blogging Darren bisa disebut sebagai kerja paruh waktu.

2. Melangkahlah setahap demi setahap.
Kecuali jika Anda punya banyak uang entah itu dari orang tua atau dari warisan atau dari siapapun. blogging perlu pendekatan profesional secara bertahap. Pendekatan yang dilakukan oleh Darren adalah selalu mempunyai rencana cadangan. dan menambahkan waktu yang dialokasikan untuk blogging hanya jika aktifitas bloggingnya secara terus-menerus menghasilkan uang.

Darren dan istrinya “V” memutuskan berapa jumlah uang yang perlu dihasilkan dari blogging dan jika hasilnya kurang dari jumlah yang mereka berdua sepakati, maka Darren harus mencari pekerjaan lain . Darren juga memasang tenggat waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil dari blogging, dan jika ternyata Darren tidak berhasil mendapatkan income sebesar jumlah dan waktu yang disepakati, itu artinya, Darren harus mencari pekerjaan lain.

Meskipun kedengarannya sedikit melemahkan motivasi Darren, Darren tidak ingin menjadi egois, karena Darren hidup bersama “V” dengan keputusan yang dibuatnya sendirian, Darren menginginkan keputusan bersama yang membuat mereka berdua merasa nyaman. “V” sangat mendukung keputusan Darren dan telah mengijinkan Darren untuk mengejar mimpinya (cita-citanya) meskipun mimpi-mimpi (baca: cita-cita) Darren Rowse kelihatannya sangat tidak umum.

Ada juga saat-saat dimana “V” membuat Darren sadar tentang situasi yang sedang terjadi dan membuat Darren melihat Realita. (karena terkadang, ada orang-orang yang sedang berambisi untuk meraih cita-cita mereka, mereka jadi lupa tentang realita yang sedang mereka hadapi, mereka hanya berpikir tentang mimpi mereka tanpa memikirkan kehidupan yang mereka sedang alami sekarang). Disitulah “V” seringkali menyadarkan Darren tentang realita yang ada, pada saat Darren sedang mengejar mimpi-mimpinya.
Istilah kerennya “Down to earth”.

3.Butuh kerja keras dan disiplin.
Seperti yang saya sebutkan di posting-posting sebelumnya bahwa ada banyak sekali malam-malam dimana Darren menghabiskan waktunya untuk blogging hingga dini hari. meskipun pada saat ini Darren punya batasan-batasan jam untuk melakukan aktifitas bloggingnya. Sudah biasa bagi Darren untuk menulis sebanyak 50 posting dalam waktu satu hari dan 12 jam berada didepan layar komputer.
Darren menyukai blogging, sehingga aktifitas-aktifitas bloggingnya bukanlah merupakan sesuatu yang menjemukan bagi Darren. Tapi ada juga saat Darren bermalas-malasan dan tidak menghiraukan bisnisnya.

Banyak sekali teman-teman dari Darren Rowse yang mengatakan bahwa sulit sekali bagi mereka untuk menjalankan home-based business (bisnis yang bisa dijalankan dari rumah), mereka seringkali tergoda untuk tidak bekerja. Darren seringkali berpikir bahwa dirinya akan menjadi seperti itu juga, makanya Darren bekerja keras dan terus menerapkan disiplin. Disiplin dan kerja keraslah yang membuat Darren banyak menuai kesuksesan dari setiap usaha onlinenya seperti sekarang.

4. Ikuti mimpimu (cita-citamu)
Poin-utama dari cerita tentang Darren Rowse ini adalah untuk memberikan gambaran 3 hal yang disebutkan diatas dan untuk memberikan gambaran realistis sebelum Anda menjadi Blogger Profesional. Blogging bukanlah program cepat-kaya, atau kaya-secara-instan.

Saya berharap cerita Darren Rowse diawal karirnya menekuni dunia blogging bisa menjadi sebuah cerita yang membuka mata bagi teman-teman dan saya juga yang sedang menekuni dunia blogging dan mungkin yang sedang tergiur oleh iklan-iklan, ebook, ataupun program yang menawarkan kekayaan secara instan dari internet.

Terima kasih telah membaca cerita ini.

Related posts:

  1. Darren Rowse
  2. Pekerjaan Darren Rowse
  3. masa pengambilan keputusan Darren Rowse
  4. Akhirnya Darren Rowse menjadi FullTime Blogger
  5. Buka mata, Buka hati, Buka pikiran, Hadapi kenyataan


2 Comments

  1. dee   |  Sunday, 27 December 2009 at 18:40

    Nice Story..

  2. Sumber Inspirasi   |  Sunday, 03 January 2010 at 13:06

    Inspiratif sekali mas hafid..Semoga mas..kita benar-benar bisa mengambil pelajaran berharga dari kisah ini..

    Salam hangat..

Leave a Reply